Di Negara-Negara Maju, Kesenjangan Ekonomi Semakin Melebar

Kesenjangan ekonomi semakin melebar di negara-negara maju. Menurut kajian OECD (Organization for Economic and Co-operation Development) akhir 2011, hampir semua dari 30 negara anggotanya mengalami peningkatan dalam kesenjangan ekonomi diantara penduduknya. Walaupun kemajuan ekonomi selama dua puluhan tahun terakhir telah meningkatkan pendapatan rata-rata penduduk, namun perbedaan pendapatan antara kelompok terkaya dengan kelompok termiskin semakin lebar.

Jika pada 25 tahun yang lalu perbandingan pendapatan 10% penduduk terkaya terhadap 10% penduduk termiskin sebesar 7 kali, sekarang perbandingan itu meningkat menjadi 9 kali. Di negara-negara yang sebelumnya tingkat kesenjangannya tinggi seperti AS dan Israel, ternyata tingkat kesenjangannya malah semakin meningkat. Demikian juga di negara-negara yang terkenal egaliter, seperti Jerman, Swedia dan Denmark, tingkat kesenjangannya juga meningkat, semula 5:1 (1980an) sekarang menjadi 6:1.  Di beberapa negara lain, tingkat kesenjangannya mencapai lebih dari 40%, seperti Turki dan Meksiko, dan yang tertinggi adalah Brazil (50:1).

Mengapa Kesenjangan Melebar?

Menurut kajian OECD (2011) berjudul: Divided We Stand: Why Inequality Keeps Increasing, meningkatnya kesenjangan antara kaya-miskin terjadi karena pendapatan upah dan gaji para pekerja yang sebelumnya telah kaya meningkat jauh lebih cepat daripada upah dan gaji pekerja yang sebelumnya tidak kaya. Pertumbuhan ekonomi sebelum krisis 2008 memang telah menyebabkan kemakmuran rata-rata meningkat, namun kelompok terkaya memperoleh bagian yang jauh lebih banyak daripada kelompok termiskin. Pendapatan dari upah dan gaji mencakup sekitar ¾ dari total pendapatan rumah tangga. Adapun pendapatan dari modal, yang sekitar 7% dari total pendapatan seluruh rumah tangga, rupanya juga terdistribusi secara tidak merata walaupun tidak separah dalam hal pendapatan upah dan gaji. Para pekerja dari sektor yang banyak dibutuhkan, seperti informasi dan komunikasi,dan perbankan, menerima upah dan gaji yang lebih besar daripada kelompok pekerja di sektor pertanian, atau pengolahan.

Reformasi dalam kebijakan publik telah meningkatkan produktivitas dan pertumbuhan ekonomi, serta menambah perluasan lapangan kerja, terutama wanita yang bekerja paruh waktu dan pekerja berupah rendah. Namun semakin banyaknya pekerja paruh waktu dan berupah rendah ini justru menyebabkan kesenjangan pendapatan semakin melebar, karena upah mereka tidak meningkat sebanyak gaji pekerja tetap.

Sebab lain adalah anggaran pemerintah untuk membiayai berbagai bantuan sosial semakin berkurang sehingga jumlah penerima bantuan harus dikurangi dengan memperketat persyaratan pemberian bantuan, padahal jumlah penduduk yang perlu menerima bantuan sosial semakin benyak. Tingkat pajak yang lebih progresif tidak mungkin lagi dikenakan karena penduduk kaya dikhawatirkan akan pindah ke negara lain yang mengenakan tingkat pajak yang lebih rendah.

Dampak Melebarnya Kesenjangan

Kesenjangan yang semakin melebar antara kelompok kaya dan miskin akan memberikan dampak negatif bagi kehidupan bernegara, seperti tindakan kriminalitas meningkat, pertikaian antar kelompok semakin sering, kohesi sosial merenggang, kegiatan produksi dan aktivitas ekonomi terganggu, dll. Masalah-masalah ini tidak hanya terjadi di negara-negara berkembang, tetapi semakin banyak bermunculan di negara-negara maju, yang dikhawatirkan akan semakin sering terjadi jika kesenjangan penghasilan antarkelompok dalam masyarakat semakin melebar.

Lebih jauh lagi, dampak kesenjangan ekonomi yang meningkat dalam suatu negara akan mengancam keutuhan negara itu, ketidakpercayaan kepada pemerintah akan berkurang, perdagangan bebas akan terhambat, manfaat demokrasi akan dipertanyakan, sistem penguasaan ekonomi oleh negara secara penuh akan hidup kembali, dsb.

Sebelum berbagai kemungkinan itu terjadi, setiap negara harus melakukan berbagai upaya untuk mencegah kesenjangan ekonomi yang semakin lebar dalam masyarakatnya. Kerjasama antarnegara perlu dilakukan untuk mencegah melubernya masalah dari suatu negara yang belum siap ke negara lain yang sudah siap menghadapi dampak kesenjangan.

Mengurangi Kesenjangan

Mengurangi tingkat kesenjangan antar kelompok dalam masyarakat dapat dilakukan dengan memperluas lapangan kerja bagi kelompok termiskin, sehingga meningkatkan pendapatan mereka. Hal ini dapat dicapai dengan meningkatkan keterampilan pekerja dan membuka lapangan kerja baru bagi tenaga kerja yang belum mempunyai pekerjaan. Investasi pada SDM harus merupakan strategi utama untuk menyediakan pekerja yang berupah cukup baik.

Reformasi pajak perlu diupayakan agar pendapatan dari pajak semakin meningkat dengan cara-cara yang kreatif. Tingkat pajak di beberapa negara mungkin masih dapat ditingkatkan, dan upaya menambah jumlah pembayar pajak juga perlu dilakukan. Kebijakan pemotongan pajak perlu dikaji ulang, bilamana perlu dihapuskan.

Penyediaan infrastruktur yang lebih berkualitas di daerah kurang maju akan mendorong pertumbuhan ekonomi dan dengan demikian akan memperluas lapangan kerja di daerah tersebut.

Pendidikan sejak usia dini yang merata di seluruh wilayah merupakan strategi penting untuk pemerataan pendapatan antarkelompok. Namun hasil investasi di sektor pendidikaan tidak segera dapat diraih, untuk itu perlu upaya tambahan berupa peningkatan keterampilan bagi para pekerja, diikuti dengan upaya perluasan lapangan kerja di sektor-sektor yang dapat menyerap tenaga kerja tambahan.

Penutup

Saat ini kesenjangan ekonomi antar kelompok menjadi isu besar di negara-negara OECD. Pertumbuhan ekonomi saja kini terbukti tidak menghasilkan pembagian pendapatan yang merata. Penyakit “kegagalan pasar” ini harus diatasi dengan kebijakan yang serius, yang intinya adalah mengusahakan pertumbuhan yang berkualitas, yang memberikan penghasilan yang lebih merata antara kelompok kaya dan miskin. Tanpa kebijakan pembangunan inklusif yang menyeluruh, kesenjangan ekonomi akan semakin melebar, yang dapat berimbas ke masalah-masalah lebih besar. Indonesia perlu berupaya sejak awal agar kesenjangan ekonomi tidak melebar seperti halnya di sebagian besar negara-negara OECD tersebut

Referensi:
http://www.bappenas.go.id/blog/?p=600

About Rosita

saya adalah seorang mahasiswi di sebuah universitas swasta di daerah depok yaitu universitas Gunadarma.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s