KPK Berfokus pada Pengadaan Proyek Hambalang

TEMPO.CO , Jakarta:Komisi Pemberantasan Korupsi memfokuskan pengusutan megaproyek Hambalang pada pengadaannya. Wakil Ketua KPK Zulkarnain mengatakan pengadaan proyek dengan total anggaran Rp 1,07 triliun pada 2010 itu menjadi bagian dari konstruksi pengusutan kasus tersebut oleh tim penyelidik. ”Kasus ini cukup luas, pengadaan proyek menjadi salah satu bagian dari pengusutan proyek Hambalang,” kata Zulkarnain saat dihubungi Ahad 24 Juni 2012.

Dugaan penyimpangan dalam pengadaan proyek ini sebelumnya sudah ditengarai tim penyelidik KPK. Zulkarnain, pada awal Mei lalu, mengatakan KPK menemukan penyimpangan, di antaranya pada subkontrak proyek. Menurut dia, dalam pelaksanaannya banyak yang tidak berjalan secara normal, misalnya subkontrak yang dilakukan PT Dutasari Citralaras kepada perusahaan lain dalam proyek itu.

Karena itu, bekas koordinator staf ahli Kejaksaan Agung ini menjelaskan, dugaan pelbagai penyimpangan dalam proyek yang berlokasi di Sentul, Bogor, itu harus disusun dalam sebuah konstruksi kasus. Tujuannya untuk mengetahui detail dugaan keterlibatan pihak yang paling bertanggung jawab dalam kasus itu.

Mengusut kasus Hambalang, KPK telah menggelar lima kali ekspose (pemaparan). Terakhir pada Jumat lalu. Kendati begitu, KPK belum meningkatkan kasus itu dari penyelidikan ke tahap penyidikan untuk menentukan tersangkanya.

Sumber Tempo di KPK mengatakan, tim penyelidik akan kembali menggelar ekspose pada akhir pekan ini. Sumber ini menyatakan ekspose ini bakal jadi ekspose terakhir. ”Tunggu tanggal mainnya untuk naik ke penyidikan,” kata sumber itu kemarin.

Juru bicara KPK, Johan Budi S.P., saat dimintai konfirmasi, berdalih belum mendapatkan informasi dari tim penyelidik. Johan hanya menuturkan bahwa ekspose kasus telah digelar pada Jumat pekan lalu. ”Tapi kesimpulannya masih pendalaman,” katanya.

Direktur Advokasi Pusat Kajian Anti-Korupsi Universitas Gadjah Mada, Oce Madril, menilai kerja KPK untuk meningkatkan kasus Hambalang ke tahap penyidikan lambat. Pasalnya, sudah lima kali gelar perkara, KPK belum menetapkan seorang pun sebagai tersangka. ”Mestinya sudah ada tersangkanya,” kata Oce saat dihubungi kemarin.

Padahal, menurut Oce, kasus Hambalang cenderung sederhana ketimbang Century, yang melibatkan masalah ekonomi dan perbankan. ”Masalahnya sederhana, tentang pengadaan barang dan jasa,” katanya. Karena itu, menurut Oce, KPK dapat menguliknya dari masalah pengadaan barang yang telah berjalan. Terlebih, pengadaan tersebut sedang diaudit oleh Badan Pemeriksa Keuangan. Menurut dia, jika hasil audit menemukan masalah, ini bisa menjadi jalan masuk bagi KPK untuk mengungkap kasus tersebut.

Pada tahap awal, kata dia, KPK dapat mencari operator lapangan yang diduga terlibat dalam kasus. Ini akan lebih mudah untuk membuka perkara ketimbang langsung mencari aktor intelektualnya. Jika sudah dapat membuka celah itu, KPK dapat menjalar ke masalah lainnya. Misalnya, keterlibatan makelar proyek, mafia anggaran, aktor intelektual, beking politik, hingga mengalirnya aliran dana.

Adapun Zulkarnain meminta publik bersabar dan membiarkan lembaganya bekerja. Menurut dia, tidak ada kendala yang cukup besar dalam penanganan kasus ini.

Sumber:
http://id.berita.yahoo.com/kpk-berfokus-pada-pengadaan-proyek-hambalang/

About Rosita

saya adalah seorang mahasiswi di sebuah universitas swasta di daerah depok yaitu universitas Gunadarma.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s