Analisis Penerapan PSAK 16, 42, 50, 55 dan 60 pada Laporan Tahunan PT ASTRA INTERNASIONAL Tbk tahun 2013

Sekilas ASTRA

 

Sejarah Astra berawal pada tahun 1957 di Jakarta. Astra memulai bisnisnya sebagai sebuah perusahaan perdagangan umum dengan nama PT Astra International Inc. Pada tahun 1990, dilakukan perubahan nama menjadi PT Astra International Tbk, seiring dengan pelepasan saham ke publik beserta pencatatan saham Perseroan di Bursa Efek Indonesia yang terdaftar dengan ticker ASII. Hingga akhir tahun 2013, Astra telah memiliki 197.434 karyawan pada 179 anak perusahaan, perusahaan asosiasi dan pengendalian bersama entitas yang menjalankan enam segmen usaha, yaitu Otomotif, Jasa Keuangan, Alat Berat dan Pertambangan, Agribisnis, Infrastruktur, Logistik dan Lainnya, dan Teknologi Informasi. Nilai kapitalisasi pasar PT Astra International Tbk ditutup di penghujung tahun 2013 sebesar Rp 275,3 triliun. Selama 56 tahun, Selama 56 tahun, Astra telah menjadi saksi pasang surut ekonomi Indonesia dan terus berkembang dengan memanfaatkan peluang bisnis berbasis sinergi yang luas dengan pihak eksternal maupun internal Grup Astra. Sebagai salah satu grup usaha terbesar nasional saat ini, Astra telah mampu membangun reputasi yang baik serta menjadi bagian dari keseharian dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat di tanah air. Hal ini diwujudkan dengan persembahan berupa ragam produk dan jasa terbaik yang ditawarkan serta sumbangsih non-bisnis melalui program tanggung jawab sosial yang luas di bidang pendidikan, lingkungan, pengembangan usaha kecil dan menengah (UKM) dan kesehatan, sebagai bagian dari perjalanan Astra untuk menjadi perusahaan kebanggaan bangsa yang turut berperan dalam upaya berkelanjutan untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat Indonesia.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Penerapan PSAK 16 tentang asset tetap

 

 

ASET TETAP (lanjutan)

 

Penambahan aset tetap terdiri dari:       

                                                                                                                        2013                        2012

Perolehan                                                                                                         9,087                11,303

Pindahan dari uang muka                                                                                   684                   825

Selisih kurs karena penjabaran laporan                                                               150                   8 keuangan dalam valuta asing                                                                            9,921                12,136

 

Rincian keuntungan pelepasan aset tetap adalah

sebagai berikut:

2013                        2012

Harga jual 301 322 Proceeds

Nilai buku bersih                                                                                                (184)                 (177)

Penyusutan dialokasikan sebagai berikut:

2013                        2012

Beban pokok pendapatan                                                                                  5,763                5,324

Beban penjualan                                                                                                            111                  83

Beban umum dan administrasi                                                                           572                   483

Tanaman belum menghasilkan                                                                            47                     42

Selisih kurs karena penjabaran laporan                                                               4                      1

keuangan dalam valuta asing                                                                             6,497                5,933

 

 

 

Tanah dimiliki berdasarkan Sertifikat Hak Guna Bangunan dan Hak Guna Usaha dengan masa berlaku yang akan berakhir antara tahun 2014 sampai 2099. Hak atas tanah tersebut dapat diperbaharui. “Hak Guna Bangunan” dan“Hak Guna Usaha” 2014 and 2099. Tidak ada perbedaan yang signifikan antara nilai wajar dan nilai tercatat aset tetap selain tanah. Nilai wajar tanah pada tanggal 31 Desember 2013 adalah sebesar Rp 15,4 triliun (2012: Rp 14,0triliun). Pada tanggal 31 Desember 2013, harga perolehan aset tetap yang telah disusutkan penuh dan masih digunakan adalah sebesar Rp 2,7 triliun. Sebagian besar bangunan dan mesin dalam penyelesaian diperkirakan akan selesai antara tahun 2014 dan 2015 dengan persentase penyelesaian antara 4% – 96%.

 

Pada tanggal 31 Desember 2013 dan 2012, asset tetap tertentu dengan nilai buku bersih sejumlah

Rp 1,7 triliun dijaminkan untuk pinjaman dan utang sewa pembiayaan (lihat Catatan 17 dan 23d). Pada tanggal 31 Desember 2013, aset tetap tertentu yang dimiliki oleh Grup telah diasuransikan terhadap risiko kebakaran dan risiko lainnya dengan nilai pertanggungan setara dengan Rp 55,2 triliun (2012: Rp 43,1 triliun) yang menurut pendapat manajemen cukup untuk menutup kerugian yang mungkin timbul. Manajemen berpendapat bahwa penurunan nilai aset tetap tersebut sudah mencukupi.

 

Aset tetap dan penyusutan

Aset tetap diakui sebesar harga perolehan, dikurangi dengan akumulasi penyusutan dan penurunan nilai. Aset tetap, kecuali tanah dan aset dalam penyelesaian, disusutkan sampai dengan nilai sisanya dengan menggunakan metode garis lurus, berdasarkan estimasi masa manfaat aset tetap sebagai berikut:

Tahun/Years

Bangunan dan fasilitasnya 0                                          2 – 25                Buildings and improvements

Mesin dan peralatan 0                                                    2 – 20                Machinery and equipment

Alat berat                                                                      5 – 8                  Heavy equipment

Alat pengangkutan 0                                                      2 – 25                Transportation equipment

Perabot dan peralatan kantor 0                                      2 – 10                Furniture and office equipment

Alat berat yang disewakan                                             5                     Heavy equipment for lease

Peralatan kantor yang disewakan                                               2 – 5                  Office equipment for lease

Alat pengangkutan yang disewakan                                4 – 8                 Transportation equipment for

 

 

 

Penerapan PSAK 42 AKUNTANSI PERUSAHAAN EFEK

  1. SURAT BERHARGA YANG DITERBITKAN

Utang obligasi                                       22,259              19,425 Bonds

Medium Term Notes                               200                   200 Medium Term Notes

22,459              19,625

Bagian jangka pendek                           (9,198)              (4,805) Current portion

Bagian jangka panjang                          13,261              14,820 Non-current portion

 

Utang obligasi

 

 

 

 

 

 

 

Utang obligasi LANJUTAN

 

 

Semua utang obligasi dicatatkan di Bursa Efek Indonesia dalam mata uang Rupiah, kecuali Private Shogun Bonds yang diterbitkan di Jepang oleh PT Federal International Finance dalam mata uang USD (USD 60 juta) yang dijamin oleh Sumitomo Mitsui Banking Corporation, cabang Singapura. Informasi lain mengenai utang obligasi pada tanggal 31 Desember 2013 adalah sebagai berikut:

 

Utang obligasi

Dana yang diperoleh dari penerbitan utang obligasi digunakan untuk tujuan modal kerja dan penerbit dibatasi untuk melakukan corporate actions tertentu dan harus mempertahankan sejumlah rasio keuangan tertentu. Sepanjang tahun 2013, Grup telah melakukan pembayaran utang obligasi sejumlah Rp 4,9 triliun (2012: Rp 3,3 triliun).

 

b. Medium Term Note

Pada tanggal 31 Desember 2013 dan 2012, Medium Term Note (“MTN”) yang terutang adalah MTN SAN Finance II Tahun 2012 dalam mata uang Rupiah sejumlah Rp 200 milyar dengan tingkat bunga 8,35% dan akan jatuh tempo pada tanggal 28 Maret 2014. MTN tersebut memiliki peringkat idAA- dari Pefindo dengan wali amanat PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. MTN ini dijamin dengan jaminan fidusia dari piutang sewa pembiayaan sampai dengan 60% dari jumlah pokok yang terutang (lihat Catatan 7b). Sesuai dengan perjanjian perwaliamanatan MTN, entitas anak diwajibkan memenuhi kewajiban-kewajiban tertentu seperti

kewajiban rasio keuangan dan dibatasi untuk melakukan corporate actions tertentu.

 

MODAL SAHAM

Susunan pemegang saham berdasarkan catatan yang dibuat oleh PT Raya Saham Registra, biro administrasi efek, adalah sebagai berikut:

 

DIVIDEN

Pada tanggal 5 September 2013, Perseroan mengumumkan pembagian dividen interim untuk tahun 2013 sebesar Rp 2,6 triliun atau Rp 64 (dalam satuan Rupiah) per saham. Dividen interim tersebut telah dibayarkan pada tanggal 31 Oktober 2013. Pada Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan Perseroan tanggal 25 April 2013, pemegang saham telah menyetujui pembagian dividen tunai untuk tahun 2012 sejumlah Rp 8,7 triliun atau Rp 216 (dalam satuan Rupiah) per saham. Termasuk di dalamnya dividen interim sejumlah Rp 2,7 triliun atau Rp 66 (dalam satuan Rupiah) per saham yang telah dibayarkan pada tanggal 7 November 2012. Sisanya sebesar Rp 6,0 triliun atau Rp 150 (dalam satuan Rupiah) per saham telah dibayarkan pada tanggal 7 Juni 2013. Pada Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan Perseroan tanggal 27 April 2012, pemegang saham telah menyetujui pembagian dividen tunai untuk tahun 2011 sejumlah Rp 8 triliun atau Rp 198 (dalam satuan Rupiah) per saham.Termasuk di dalamnya dividen interim sejumlah Rp 2,4 triliun atau Rp 60 (dalam satuan Rupiah) per saham yang telah dibayarkan pada tanggal 14 November 2011. Sisanya sebesar Rp 5,6 triliun atau Rp 138 (dalam satuan Rupiah) per saham telah dibayarkan pada tanggal 6 Juni 2012.

 

LABA PER SAHAM

Laba per saham dasar dihitung dengan membagi laba yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk dengan jumlah rata-rata tertimbang saham biasa yang beredar pada periode bersangkutan.

 

 

Penerapan PSAK 50, 55 dan 60 Instrumen Keuangan

 

MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN

Berbagai aktivitas Grup menyebabkan Grup terekspos terhadap berbagai macam risiko keuangan: risiko pasar (termasuk risiko nilai tukar mata uang asing, risiko tingkat bunga dan risiko harga), risiko kredit serta risiko likuiditas. Kebijakan keuangan Grup dimaksudkan untuk mengurangi dampak keuangan dari fluktuasi tingkat bunga dan nilai tukar mata uang asing serta meminimalisir potensi kerugian yang dapat berdampak pada risiko keuangan Grup. Grup menggunakan instrumen keuangan derivatif, terutama interest rate swaps dan cross currencyswaps untuk mengelola aset dan liabilitas Grup sesuai dengan kebijakan keuangan Grup. Kebijakan keuangan Grup tidak mengijinkan adanya transaksi derivatif untuk tujuan spekulatif. Nilai nosional dan nilai wajar dari instrumenkeuangan derivatif disajikan pada Catatan 8a.

 

Faktor-faktor risiko keuangan Financial risk factors

 

(i)            Risiko pasar

 

Risiko nilai tukar mata uang asing Foreign exchange risk Grup terekspos risiko nilai tukar mata uangasing yang terutama timbul dari aset danliabilitas moneter yang diakui dalam matauang yang berbeda dengan mata uangfungsional entitas yang bersangkutan.Sebagian dari risiko ini dikelola menggunakanlindung nilai natural yang berasal dari assetdan liabilitas moneter dalam mata uang asingyang sama. Pinjaman dalam mata uang asing diharuskan untuk di-swap menjadi mata uang fungsional perusahaan dengan menggunakan crosscurrencyswap kecuali jika pinjaman dalam mata uang asing tersebut dibayar dengan arus kas yang berasal dari mata uang asing yang sama. Tujuan dari aktivitas lindung nilai ini untuk mengantisipasi dampak perubahan nilai tukar mata uang asing terhadap aset dan liabilitas serta laba rugi Grup. Pinjaman dalam mata uang asing diharuskan untuk di-swap menjadi mata uang fungsional perusahaan dengan menggunakan crosscurrencyswap kecuali jika pinjaman dalam mata uang asing tersebut dibayar dengan arus kas yang berasal dari mata uang asing yang sama. Tujuan dari aktivitas lindung nilai ini untuk mengantisipasi dampak perubahan nilai tukar mata uang asing terhadap aset dan liabilitas serta laba rugi Grup. Pada tanggal 31 Desember 2013 dan 2012, liabilitas moneter bersih Grup terutama diatribusikan dari USD (lihat Catatan 39 untuk aset dan liabilitas moneter bersih dalam mata uang asing). Pada tanggal 31 Desember 2013, apabila USD menguat/melemah sebesar 10% terhadap Rupiah dengan asumsi variabel lainnya tidak mengalami perubahan, maka laba setelah pajak Grup akan turun/naik sebesar Rp 111 miliar (2012: 90 miliar), hal ini terutama diakibatkan keuntungan/kerugian selisih kurs yang dicatat di laba rugi.

 

Risiko tingkat bunga

Grup terekspos risiko tingkat suku bunga yang berasal dari perubahan tingkat bunga atas aset dan liabilitas yang dikenakan bunga. Risiko ini pada umumnya dikelola dengan menggunakan interest rate swaps untuk mengkonversi pinjaman dengan tingkat bunga mengambang menjadi tingkat bunga tetap. Kebijakan Grup untuk perusahaan di luar jasa keuangan adalah menjaga agar minimum 40%-60% dari total pinjamannya dengan jatuh tempo sampai dengan 5 tahun, merupakan pinjaman dengan tingkat suku bunga tetap. Perusahaan jasa keuangan pada umumnya memperoleh pinjaman dengan tingkat bunga mengambang yang harus dikonversikan menjadi pinjaman dengan tingkat bunga tetap melalui mekanisme cross currency swaps. Pinjaman ini menyebabkan Grup terekspos terhadap risiko nilai wajar atas tingkat bunga, dimana risiko ini disalinghapus dengan piutang pembiayaan dengan suku bunga tetap. Pinjaman ini umumnya memiliki tenor yang sama dengan piutang pembiayaannya. Profil pinjaman Grup setelah memperhitungkan transaksi lindung nilai adalah sebagai berikut:.

Pada tanggal 31 Desember 2013, apabila tingkat suku bunga atas pinjaman dengan tingkat suku bunga mengambang lebih tinggi atau lebih rendah 100 basis poin dengan asumsi variabel lainnya tidak mengalami perubahan, maka laba setelah pajak Grup untuk tahun berjalan akan turun/naik sebesar Rp 32 miliar (2012: 28 miliar) dan cadangan lindung nilai akan naik/turun sebesar Rp 183 miliar (2012: 234 miliar) sebagai hasil dari perubahan nilai wajar dari lindung nilai atas arus kas. Analisa sensitivitas ditentukan dengan mengasumsikan bahwa perubahan tingkat suku bunga telah terjadi pada tanggal posisi keuangan dan telah diperhitungkan dalam perhitungan eksposur atas risiko tingkat suku bunga baik untuk instrumen keuangan derivatif maupun non-derivatif yang dimiliki pada tanggal tersebut. Perubahan dari tingkat suku bunga pasar mempengaruhi beban bunga dari instrument keuangan non-derivatif dengan tingkat suku bunga variabel, pembayaran bunga tersebut tidak dikategorikan sebagai item lindung nilai atas arus kas terhadap risiko tingkat suku bunga. Oleh karenanya, hal tersebut termasuk dalam perhitungan sensitivitas atas laba setelah pajak. Perubahan tingkat suku bunga pasar atas instrumen keuangan yang ditetapkan sebagai instrumen lindung nilai dalam lindung nilai atas arus kas untuk melindungi fluktuasi pembayaran yang disebabkan oleh pergerakan tingkat suku bunga, mempengaruhi cadangan lindung nilai dan dengan demikian termasuk dalam perhitungan sensitivitas yang berhubungan dengan ekuitas.

 

Risiko harga

Grup terekspos risiko harga yang berasal dari investasi dalam efek yang tersedia untuk dijual dan dicatat sebesar nilai wajar. Keuntungan dan kerugian yang terjadi atas perubahan nilai wajar investasi efek yang tersedia untuk dijual diakui sebagai pendapatan komprehensif lain. Grup tidak melakukan lindung nilai terhadap investasi tersedia untuk dijual. Kinerja investasi kategori tersedia untuk dijual dimonitor secara periodik, bersamaan dengan pengujian relevansi instrumen investasi tersebut terhadap rencana strategis jangka panjang Grup. Rincian investasi tersedia untuk dijual disajikan dalam Catatan 5. Grup juga terekspos risiko harga komoditas yang berasal dari perubahan harga komoditas terutama minyak kelapa sawit dan batubara. Kebijakan Grup pada umumnya tidak melakukan lindung nilai terhadap risiko harga komoditas, meskipun untuk kepentingan strategis tertentu aktivitas lindung nilai tersebut dapat dilakukan. Dalam kondisi seperti di atas, Grup dapat melakukan transaksi forward contract untuk melakukan penjualan komoditas di masa depan pada tingkat harga tertentu.

 

(ii) Risiko kredit

Grup memiliki risiko kredit yang terutama berasal dari simpanan di bank, investasi dalam bentuk efek, kredit yang diberikan kepada pelanggan, serta piutang lain-lain (termasuk aset derivatif). Grup mengelola risiko kredit yang terkait dengan simpanan di bank, investasi dalam bentuk efek dan asset derivatif dengan memonitor reputasi, creditratings dan menekan risiko agregat dari masing-masing pihak dalam kontrak. Terkait dengan eksposur kredit atas piutang usaha kepada pelanggan, Grup melakukan analisa kredit dan menetapkan batasan kredit konsumen sebelum penerimaan konsumen baru. Batasan kredit ini ditinjau secara berkala. Terkait dengan kredit yang diberikan kepada pelanggan yang berasal dari aktivitas pembiayaan, Grup menerapkan kebijakan pemberian kredit berdasarkan prinsip kehatihatian, memonitor portofolio kredit secara berkesinambungan dan melakukan pengelolaan penagihan angsuran atas piutang pembiayaan untuk meminimalisir risiko kredit. Eksposur maksimum atas risiko kredit tercermin dari nilai tercatat setiap asset keuangan setelah dikurangi dengan penyisihan piutang ragu-ragu pada laporan posisi keuangan konsolidasian, yaitu sebagai berikut:

 

a. Piutang usaha

Rata-rata periode kredit atas penjualan barang dan jasa bervariasi untuk seluruh bisnis Grup, namun tidak lebih dari 60 hari. Kesulitan keuangan yang signifikan dari debitur, kemungkinan debitur mengalami pailit, reorganisasi keuangan yang dilakukan oleh debitur, serta wanprestasi atau tunggakan pembayaran dipertimbangkan sebagai indicator penurunan nilai piutang. Penyisihan penurunan nilai dibuat berdasarkan estimasi jumlah yang tidak dapat terpulihkan yang ditentukan dari rekam jejak tunggakan masa lalu. Tabel berikut ini menyajikan piutang usaha yang mengalami penurunan nilai, piutang usaha yang telah jatuh tempo tetapi tidak mengalami penurunan nilai serta piutang usaha yang belum jatuh tempo dan tidak mengalami penurunan nilai pada tanggal 31 Desember 2013 dan 2012.

 

 

Risiko piutang usaha yang belum jatuh tempo dan tidak mengalami penurunan

nilai pada tanggal 31 Desember 2013 dan 2012 untuk menjadi piutang yang mengalami penurunan nilai adalah kecil karena debitur memiliki pengalaman yang baik dengan Grup.

 

Tabel berikut adalah analisa umur piutang usaha pada tanggal 31 Desember 2013 dan 2012 yang telah lewat jatuh tempo tetapi tidak mengalami penurunan nilai.

 

b. Piutang pembiayaan

Piutang pembiayaan terutama berhubungan dengan pembiayaan kendaraan bermotor dan sepeda motor.

Periode pinjaman berkisar 6 sampai dengan 60 bulan untuk kendaraan bermotor dan sepeda motor. Kesulitan keuangan yang signifikan dari debitur, kemungkinan debitur mengalami pailit, reorganisasi keuangan yang dilakukan oleh debitur serta wanprestasi atau tunggakan pembayaran dipertimbangkan sebagai indikator penurunan nilai piutang. Penyisihan penurunan nilai dibuat berdasarkan estimasi jumlah yang tidak dapat terpulihkan yang ditentukan dari rekam jejak tunggakan masa lalu. Tabel berikut ini menyajikan piutang pembiayaan yang mengalami penurunan nilai, piutang pembiayaan yang telah jatuh tempo tetapi tidak mengalami penurunan nilai serta piutang pembiayaan yang belum jatuh tempo dan tidak mengalami penurunan nilai.

 

Provisi penurunan nilai dihitung berdasarkan estimasi historis piutang tak tertagih dan kondisi ekonomi saat ini.

Penurunan nilai piutang pembiayaan terutama berasal dari pelanggan ritel, yang ditentukan secara kolektif. Pada tanggal 31 Desember 2013, termasuk dalam piutang pembiayaan yang belum jatuh tempo dan tidak mengalami penurunan nilai sebesar Rp 49,3 triliun (2012: Rp 43,0 triliun), jumlah sebesar Rp 5,9 triliun (2012: Rp 7,0 triliun), merupakan piutang pembiayaan yang pernah menunggak dan/atau dijadwal ulang.. Analisa umur piutang pembiayaan yang telah jatuh tempo tetapi tidak mengalaminpenurunan nilai adalah sebagai berikut:

(iii) Risiko likuiditas

Pengelolaan risiko likuiditas dilakukan antara lain dengan memonitor profil jatuh tempo pinjaman dan sumber pendanaan, menjaga saldo kecukupan kas dan surat berharga, serta memastikan tersedianya pendanaan berdasarkan kecukupan fasilitas kredit yang mengikat. Kemampuan Grup untuk mendanai kebutuhan pinjamannya dilakukan dengan cara mempertahankan sumber pendanaan yang terdiversifikasi, menjaga ketersediaan fasilitas pinjaman yang mengikat dari pemberi pinjaman yang andal serta terus memonitor perkiraan posisi kas dan utang yang dimiliki Grup dalam jangka pendek berdasarkan perkiraan arus kas. Selain itu, dilakukan proyeksi arus kas jangka panjang untuk membantu Grup dalam merencanakan kebutuhan pendanaan dalam jangka panjang. Tabel di bawah ini menganalisa liabilitas keuangan Grup yang dikelompokkan berdasarkan periode yang tersisa pada tanggal laporan posisi keuangan sampai dengan tanggal jatuh tempo kontraktual.

 

Pengelolaan modal Capital management Tujuan Grup ketika mengelola modal adalah untukmempertahankan kelangsungan usaha Grup sertamemaksimalkan manfaat bagi pemegang sahamdan pemangku kepentingan lainnya. Grup secara aktif dan rutin menelaah dan mengelola struktur permodalan untuk memastikan struktur modal dan hasil pengembalian ke pemegang saham yang optimal, dengan mempertimbangkan kebutuhan modal masa depan dan efisiensi modal Grup, profitabilitas saat ini dan yang akan datang, proyeksi arus kas operasi, proyeksi belanja modal dan proyeksi peluang investasi yang strategis. Dalam rangka mempertahankan atau menyesuaikan struktur modal, Grup dapat menyesuaikan jumlah dividen yang dibayarkan kepada para pemegang saham, mengeluarkan saham baru atau menjual asset untuk mengurangi utang. Grup memonitor modal berdasarkan rasio gearing konsolidasian. Rasio gearing dihitung denganmembagi utang bersih dengan total ekuitas. Utangbersih dihitung dengan mengurangkan jumlahpinjaman dengan kas dan setara kas. Rasio gearing pada tanggal 31 Desember 2013 dan 2012 adalah sebagai berikut:

 

Grup juga secara terpisah memonitor utang bersih konsolidasian dari perusahaan non-jasa keuangan dan perusahaan jasa keuangan menimbang perusahaan jasa keuangan beroperasi dengan tingkat leverage yang lebih tinggi dibandingkan dengan perusahaan non-jasa keuangan. Jumlah utang bersih pada tanggal 31 Desember 2013 dan 2012 terdiri dari:

Nilai wajar instrumen keuangan                                                 

(a)   Instrumen keuangan yang diukur pada nilai wajar

Untuk instrumen keuangan yang diukur pada nilai wajar pada tanggal posisi keuangan, pengukuran nilai wajarnya diungkapkan dengan tingkatan hirarki pengukuran nilai wajar sebagai berikut:

  • Harga kuotasian (tidak disesuaikan) dalam pasar aktif untuk aset atau liabilitas yang identik (”harga yang tersedia di pasar yang aktif”) – Tingkat 1.
  • Input selain harga kuotasian dalam pasar aktif yang dapat diobservasi untuk asset atau liabilitas, baik secara langsung atau secara tidak langsung (”transaksi pasar yang dapat diobservasi”) – Tingkat 2.
  • Input untuk aset atau liabilitas yang bukan berdasarkan pada data pasar yang dapatdiobservasi (”transaksi pasar yang tidak dapat diobservasi”) – Tingkat 3.

 

Nilai wajar aset dan liabilitas finansial, beserta nilai tercatatnya, adalah sebagai berikut:

 

 

Tingkat suku bunga yang digunakan untuk mendiskontokan estimasi arus kas di masa datang adalah sebagai berikut:

(b) Instrumen keuangan yang tidak diukur pada nilai wajar

Nilai wajar aset dan liabilitas keuangan jangka pendek mendekati nilai tercatatnya, karena dampak dari diskonto tidak signifikan. Nilai wajar aset dan liabilitas keuangan jangka panjang diestimasi sebesar nilai kini dari arus kas di masa datang, yang didiskontokan dengan tingkat suku bunga pasar, kecuali untuk beberapa investasi lain-lain dan obligasi yang ditentukan berdasarkan harga pasar.

Referensi:
Laporan Tahunan PT Astra Internasional Tbk tahun 2013

About Rosita

saya adalah seorang mahasiswi di sebuah universitas swasta di daerah depok yaitu universitas Gunadarma.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s